Gathering Vario Nasional ke-2, WARA Kaliurang Jogjakarta, 16-17 Agustus 2008, video ini adalah saat rolling vario dari Kaliurang menuju Kota Jogja:
31 Maret 2009
30 Maret 2009
“Bike to Nature”
Kisah indah di balik Prosesi Pelantikan Angkatan 12
Setelah 2 minggu sebelumnya sempat survey lokasi untuk prosesi peresmian anggota baru dari HSX-125 Community, akhirnya akhir minggu ini, 28-29 Maret 2009. HSX B 6321 TEC kembali bertugas mengawal penulis mengikuti Touring Pelantikan HSX-125 Community Angkatan ke-12 dengan tema “Bike to Nature”.
Touring ini merupakan touring pertama di tahun 2009, dan touring dengan calon anggota yang dilantik terbanyak, yaitu sekitar 48 anggota baru. Pada touring ini juga untuk pertama-kalinya Panitia dan Pengurus harus dengan menyesal tidak “meluluskan” tiga orang calon member karena kurangnya persyaratan pelantikan.
Sebelumnya, mewakili pendiri HSX-125 Community, saya mengucapkan “Selamat untuk member yang telah dilantik dan jangan berkecil hati untuk mereka yang tidak lulus dalam prosesi pelantikan anggota baru Angkatan ke-12, selamat dan terima kasih juga untuk semua Panitia dan Pengurus yang telah mensukseskan event ini.”
Penulis kali ini tidak akan mengupas banyak mengenai perjalanan, baik lamanya perjalanan dan jarak tempuh perjalanan, karena catatan ini tidak akan jauh berbeda dengan tulisan sebelumnya ( lihat catatan perjalan “Jatiluhur & Wanayasa, Touring Bingung”, www.tukang-jalan.co.cc ), jadi yang sedikit banyak akan dikisahkan adalah cerita di balik prosesi pelantikan Angkatan 12.
Berikut adalah sekelumit kisah indah di Wanayasa, 28-29 Maret 2009 versi Penulis.
Jum’at, 27 Maret 2009
Seperti biasa, menjelang keberangkatan Touring, sedikit mendengar wanti-wanti dari orang rumah dan tepat pukul 22.30, bersama HSX B 6321 TEC yang telah selama kurang lebih 4 tahun setia menemani kemanapun, berangkat menuju lokasi titik kumpul ke-2 di Petronas Cibubur, sudah ada beberapa rekan di sana. Setelah satu jam menunggu, rombongan yang berangkat dari Pitstop utama di Panahan Senayan pun tiba,…. Bengong alias takjub dan sedikit terheran-heran melihat rombongan peserta touring kali ini yang jumlahnya sekitar 107 motor, ini merupakan catatan tersendiri bagi HSX. Belum lagi ditambah beberapa member yang menyusul.
Setelah saling bersilaturahmi, dan briefing mengenai rencana perjalanan, akhirnya tepat pukul 01.00 wib, rombongan diberangkatkan menuju Wanayasa melewati jalur yang sama saat survey, yaitu Cibubur – Jonggol – Cariu – Teluk Jambe – Karawang – BIC - Sadang – Purwakarta – Wanayasa. Waktu lamanya perjalanan dan jarak tempuh kurang lebih sama dengan catatan waktu survey (lihat tulisan sebelumnya, “Jatiluhur & Wanayasa, Touring Bingung”).
Sabtu, 28 Maret 2009
Pukul 06.00 pagi, rombongan HSX tiba di penginapan, yaitu Villa Puri Hijau, kurang lebih sekitar 40 kilometer dari Purwakarta. Villa sejuk ini berjarak sekitar 100 meter dari Jalan Raya dan 3 kilo meter sebelum Setu Wanayasa, tak ada satupun villa atau rumah lain disekelilingnya, hanya bukit, petakan sawah dan saung pengurus villa. Villa berbentuk seperti huruf L dengan di salah satu sisi (1 lantai) terdiri dari beberapa kamar dan kamar mandi sisi lainnya terdiri dari 2 lantai, namun strukturnya ke bawah, dengan lantai atas sebagai saung/aula terbuka besar tanpa jendela dengan luas sekitar 20 meter, sedangkan lantai bawah terdiri dari 1 kamar besar plus televisi, 1 kamar biasa dan 2 kamar mandi, sangat cocok untuk rombongan motor lebih dari 100 orang.
Setelah istirahat dan sarapan, pukul 12 siang acara sarasehan siangpunpun dimulai, sarasehan ini mendengarkan sambutan dari Ketua Umum HSX, Panitia dan pendiri serta mendiskusikan mengenai perjalanan keberangkatan, diskusi safety riding dan coaching clinic seputar motor, namun sayang karena hujan praktek safety riding pun urung dilakukan. Sarasehan dilanjutkan dengan makan siang dan “games”.
Menjelang malam, sekitar pukul 20.00, setelah makan malam, sarasehan malampun digelar. Sarasehan kali ini merupakan pembekalan info seputar HSX kepada member yang akan dilantik. Ada perkenalan, diskusi dan Tanya jawab seputar Honda Supra X 125 Community dari mulai sejarah awal sampai kepengurusan periode ke-5 ini. Setelah kelar dengan sesi Tanya jawab, calon anggota yang akan dilantik dipersilahkan untuk istirahat sebelum dimulainya prosesi pelantikan pukul 23.00.
Minggu, 29 Maret 2009
Sekelumit tentang prosesi pelantikan di HSX.
Ada yang unik di setiap prosesi pelantikan di HSX 125 Community dan sudah menjadi kebiasaan setiap acara pelantikan. Persyaratannya pun cukup unik, biasanya member yang akan dilantik disyaratkan membawa jaket dealer dan dituliskan HSX 125 Community sesuai kreatifitas masing-masing, harus membawa botol krating***** yang diberikan sumbu sebagai penerangan. Setiap anggota yang akan dilantik akan dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai jumlahnya, dan setelah dikelompokkan, setiap kelompok harus melewati 4 pos, dimana di setiap pos akan diberikan pertanyaan sesuai tema pos masing-masing. Pos 1 adalah Pos Sejarah, di pos ini setiap kelompok akan dicecar dengan pertanyaan-pertanyaan seputar sejarah berdirinya HSX. Pos 2 adalah Pos Safety Riding, di sini setiap kelompok akan di test kemampuan berkendara dan wawasannya mengenai safety riding. Pos 3 adalah Pos Organisasi. Setiap kelompok yang berada di Pos 3 ini akan ditanya pengetahuan mereka seputar Organisasi HSX 125 Community. Dan Pos Terakhir adalah Pos Kepengurusan, dimana setiap kelompok akan ditanya mengenai Kepengurusan di HSX.
Kebetulan di setiap prosesi pelantikan di HSX, penulis selalu diposisikan di Pos 1 oleh Panitia dan Pengurus.
Prosesi Pelantikan Angkatan 12
Peserta dibagi menjadi 6 kelompok dengan setiap kelompok terdiri dari 8 orang, jadi seluruh anggota yang akan dilantik sebanyak 48 orang. Suatu rekor baru jumlah terbanyak anggota yang dilantik.
Pos 1 dilokasikan di pinggir jalan raya, tepat di jalan masuk menuju Villa, terdiri dari Penulis, Bro Noer 014, Bro Lember, Bunda Puji, Bro Ome dan Penulis sendiri, plus diperbantukan oleh Bro Herzal.
Pos 2 terletak di pinggir Danau/Setu Wanayasa, di Pos ini terdiri dari Bro Wahyu, Budi Koser, Amrin, Bewok dan Adhi S. Berjarak sekitar 3 kilo dari Pos 1.
Pos 3 terdiri dari Pa Odi, Faiz, Pa Veno, Gatot, Yama dan beberapa rekan lainnya, letaknya kurang lebih 1,5 kilo meter dari Pos 2, tetapi menuju balik arah ke villa dan terakhir Pos 4 dilokasikan di Villa, di sini ada ketum HSX, Bro Andre, mantan Ketum periode 3, Bro Arief, Korwil Serang Bro Panji dan juga Kristiono.
Prosesi dimulai tepat pukul 23.00. Kelompok pertama yang diberangkatkan adalah Kelompok 2 dan langsung menuju Pos 1, saat datang ke Pos 1, mereka langsung dicecar pertanyaan seputar Sejarah HSX selama 1 jam lebih, begitupun selanjutnya dengan Kelompok 6,4,3,5,1 masing-masing berlangsung selama kurang lebih satu jam setiap kelompok. Namun sayang, ternyata secara keseluruhan setiap pertanyaan yang dilontarkan di Pos 1 soal Sejarah HSX kurang dijawab secara baik oleh seluruh peserta, dan akhirnya seluruh kelompok diberikan konsekuensi sanksi sesuai kesepakatan bersama. Prosesi di Pos 1 berakhir tepat saat azan shubuh, sekitar pukul 05.00 pagi, namun di Pos lain masih terus berlanjut hingga jam 07.00 pagi. Dari info rekan-rekan di Pos lain, di Pos 2 ada salah satu member yang tidak membawa perlengkapan surat-surat berkendara, yaitu SIM, dan akhirnya, dengan sangat menyesal anggota tersebut tidak dapat diluluskan menjadi anggota ber-ID di HSX. Selain yang bersangkutan, pada Angkatan 12 ini ada 2 calon member lainnya yang tidak dapat diluluskan oleh Panitia karena kurangnya persiapan dan tidak diikutinya syarat-syarat pelantikan yang telah di-sounding jauh-jauh hari. Jadi total member yang lulus dalam prosesi pelantikan Angkatan 12 ini sebanyak 45 orang, dimulai dari ID 152 s/d 196.
Itulah sekelumit kisah di balik prosesi pelantikan Angkatan 12 Wanayasa.
Selesai prosesi pelantikan dan istirahat, kurang lebih pukul 11 siang pengumuman dan penyematan ID pun dimulai, didahului dengan sambutan dan kesan-pesan selama proses pelantikan. Acara ini sangat kental dengan kekeluargaan dan terlihat antusias serta rasa suka cita di raut rekan-rekan anggota yang telah lulus di pelantikan kali ini. Sekali lagi selamat menjadi bagian resmi keluarga HSX 125 Community, dan sesuai pesan dari Ketum, jagalah nama baik HSX saat berkendara di jalan raya, utamakan safety riding sesuai motto HSX.
Tepat pukul 14.30 seluruh rombongan meninggalkan villa menuju Jakarta, dan rombongan di bagi menjadi 2 rute perjalanan pulang, yaitu Rute 1: Wanayasa – Purwakarta – Cikampek – Karawang – Ciakarang – Bekasi – Jakarta dan Rute 2: Wanayasa – Cikalong – Padalarang – Ciranjang – Jonggol – Cibubur – Jakarta.
Demikian sedikit kisah Wanayasa. Sekali lagi, sesuai ucapan yang selalu penulis ucapkan di Pos 1 kepada setiap member yang akan dilantik bahwa proses pelantikan ini bukanlah untuk tujuan lain selain untuk menumbuhkan rasa cinta dan sense of belonging terhadap komuniti, “Apa yang didapat dengan mudah akan pergi dengan mudah, dan apa yang didapat dengan perjuangan akan selalu lekat di hati dan sulit untuk ditinggalkan”.
Sebelumnya, mewakili pendiri HSX-125 Community, saya mengucapkan “Selamat untuk member yang telah dilantik dan jangan berkecil hati untuk mereka yang tidak lulus dalam prosesi pelantikan anggota baru Angkatan ke-12, selamat dan terima kasih juga untuk semua Panitia dan Pengurus yang telah mensukseskan event ini.”
Penulis kali ini tidak akan mengupas banyak mengenai perjalanan, baik lamanya perjalanan dan jarak tempuh perjalanan, karena catatan ini tidak akan jauh berbeda dengan tulisan sebelumnya ( lihat catatan perjalan “Jatiluhur & Wanayasa, Touring Bingung”, www.tukang-jalan.co.cc ), jadi yang sedikit banyak akan dikisahkan adalah cerita di balik prosesi pelantikan Angkatan 12.
Berikut adalah sekelumit kisah indah di Wanayasa, 28-29 Maret 2009 versi Penulis.
Jum’at, 27 Maret 2009
Seperti biasa, menjelang keberangkatan Touring, sedikit mendengar wanti-wanti dari orang rumah dan tepat pukul 22.30, bersama HSX B 6321 TEC yang telah selama kurang lebih 4 tahun setia menemani kemanapun, berangkat menuju lokasi titik kumpul ke-2 di Petronas Cibubur, sudah ada beberapa rekan di sana. Setelah satu jam menunggu, rombongan yang berangkat dari Pitstop utama di Panahan Senayan pun tiba,…. Bengong alias takjub dan sedikit terheran-heran melihat rombongan peserta touring kali ini yang jumlahnya sekitar 107 motor, ini merupakan catatan tersendiri bagi HSX. Belum lagi ditambah beberapa member yang menyusul.
Setelah saling bersilaturahmi, dan briefing mengenai rencana perjalanan, akhirnya tepat pukul 01.00 wib, rombongan diberangkatkan menuju Wanayasa melewati jalur yang sama saat survey, yaitu Cibubur – Jonggol – Cariu – Teluk Jambe – Karawang – BIC - Sadang – Purwakarta – Wanayasa. Waktu lamanya perjalanan dan jarak tempuh kurang lebih sama dengan catatan waktu survey (lihat tulisan sebelumnya, “Jatiluhur & Wanayasa, Touring Bingung”).
Sabtu, 28 Maret 2009
Pukul 06.00 pagi, rombongan HSX tiba di penginapan, yaitu Villa Puri Hijau, kurang lebih sekitar 40 kilometer dari Purwakarta. Villa sejuk ini berjarak sekitar 100 meter dari Jalan Raya dan 3 kilo meter sebelum Setu Wanayasa, tak ada satupun villa atau rumah lain disekelilingnya, hanya bukit, petakan sawah dan saung pengurus villa. Villa berbentuk seperti huruf L dengan di salah satu sisi (1 lantai) terdiri dari beberapa kamar dan kamar mandi sisi lainnya terdiri dari 2 lantai, namun strukturnya ke bawah, dengan lantai atas sebagai saung/aula terbuka besar tanpa jendela dengan luas sekitar 20 meter, sedangkan lantai bawah terdiri dari 1 kamar besar plus televisi, 1 kamar biasa dan 2 kamar mandi, sangat cocok untuk rombongan motor lebih dari 100 orang.
Setelah istirahat dan sarapan, pukul 12 siang acara sarasehan siangpunpun dimulai, sarasehan ini mendengarkan sambutan dari Ketua Umum HSX, Panitia dan pendiri serta mendiskusikan mengenai perjalanan keberangkatan, diskusi safety riding dan coaching clinic seputar motor, namun sayang karena hujan praktek safety riding pun urung dilakukan. Sarasehan dilanjutkan dengan makan siang dan “games”.
Menjelang malam, sekitar pukul 20.00, setelah makan malam, sarasehan malampun digelar. Sarasehan kali ini merupakan pembekalan info seputar HSX kepada member yang akan dilantik. Ada perkenalan, diskusi dan Tanya jawab seputar Honda Supra X 125 Community dari mulai sejarah awal sampai kepengurusan periode ke-5 ini. Setelah kelar dengan sesi Tanya jawab, calon anggota yang akan dilantik dipersilahkan untuk istirahat sebelum dimulainya prosesi pelantikan pukul 23.00.
Minggu, 29 Maret 2009
Sekelumit tentang prosesi pelantikan di HSX.
Ada yang unik di setiap prosesi pelantikan di HSX 125 Community dan sudah menjadi kebiasaan setiap acara pelantikan. Persyaratannya pun cukup unik, biasanya member yang akan dilantik disyaratkan membawa jaket dealer dan dituliskan HSX 125 Community sesuai kreatifitas masing-masing, harus membawa botol krating***** yang diberikan sumbu sebagai penerangan. Setiap anggota yang akan dilantik akan dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai jumlahnya, dan setelah dikelompokkan, setiap kelompok harus melewati 4 pos, dimana di setiap pos akan diberikan pertanyaan sesuai tema pos masing-masing. Pos 1 adalah Pos Sejarah, di pos ini setiap kelompok akan dicecar dengan pertanyaan-pertanyaan seputar sejarah berdirinya HSX. Pos 2 adalah Pos Safety Riding, di sini setiap kelompok akan di test kemampuan berkendara dan wawasannya mengenai safety riding. Pos 3 adalah Pos Organisasi. Setiap kelompok yang berada di Pos 3 ini akan ditanya pengetahuan mereka seputar Organisasi HSX 125 Community. Dan Pos Terakhir adalah Pos Kepengurusan, dimana setiap kelompok akan ditanya mengenai Kepengurusan di HSX.
Kebetulan di setiap prosesi pelantikan di HSX, penulis selalu diposisikan di Pos 1 oleh Panitia dan Pengurus.
Prosesi Pelantikan Angkatan 12
Peserta dibagi menjadi 6 kelompok dengan setiap kelompok terdiri dari 8 orang, jadi seluruh anggota yang akan dilantik sebanyak 48 orang. Suatu rekor baru jumlah terbanyak anggota yang dilantik.
Pos 1 dilokasikan di pinggir jalan raya, tepat di jalan masuk menuju Villa, terdiri dari Penulis, Bro Noer 014, Bro Lember, Bunda Puji, Bro Ome dan Penulis sendiri, plus diperbantukan oleh Bro Herzal.
Pos 2 terletak di pinggir Danau/Setu Wanayasa, di Pos ini terdiri dari Bro Wahyu, Budi Koser, Amrin, Bewok dan Adhi S. Berjarak sekitar 3 kilo dari Pos 1.
Pos 3 terdiri dari Pa Odi, Faiz, Pa Veno, Gatot, Yama dan beberapa rekan lainnya, letaknya kurang lebih 1,5 kilo meter dari Pos 2, tetapi menuju balik arah ke villa dan terakhir Pos 4 dilokasikan di Villa, di sini ada ketum HSX, Bro Andre, mantan Ketum periode 3, Bro Arief, Korwil Serang Bro Panji dan juga Kristiono.
Prosesi dimulai tepat pukul 23.00. Kelompok pertama yang diberangkatkan adalah Kelompok 2 dan langsung menuju Pos 1, saat datang ke Pos 1, mereka langsung dicecar pertanyaan seputar Sejarah HSX selama 1 jam lebih, begitupun selanjutnya dengan Kelompok 6,4,3,5,1 masing-masing berlangsung selama kurang lebih satu jam setiap kelompok. Namun sayang, ternyata secara keseluruhan setiap pertanyaan yang dilontarkan di Pos 1 soal Sejarah HSX kurang dijawab secara baik oleh seluruh peserta, dan akhirnya seluruh kelompok diberikan konsekuensi sanksi sesuai kesepakatan bersama. Prosesi di Pos 1 berakhir tepat saat azan shubuh, sekitar pukul 05.00 pagi, namun di Pos lain masih terus berlanjut hingga jam 07.00 pagi. Dari info rekan-rekan di Pos lain, di Pos 2 ada salah satu member yang tidak membawa perlengkapan surat-surat berkendara, yaitu SIM, dan akhirnya, dengan sangat menyesal anggota tersebut tidak dapat diluluskan menjadi anggota ber-ID di HSX. Selain yang bersangkutan, pada Angkatan 12 ini ada 2 calon member lainnya yang tidak dapat diluluskan oleh Panitia karena kurangnya persiapan dan tidak diikutinya syarat-syarat pelantikan yang telah di-sounding jauh-jauh hari. Jadi total member yang lulus dalam prosesi pelantikan Angkatan 12 ini sebanyak 45 orang, dimulai dari ID 152 s/d 196.
Itulah sekelumit kisah di balik prosesi pelantikan Angkatan 12 Wanayasa.
Selesai prosesi pelantikan dan istirahat, kurang lebih pukul 11 siang pengumuman dan penyematan ID pun dimulai, didahului dengan sambutan dan kesan-pesan selama proses pelantikan. Acara ini sangat kental dengan kekeluargaan dan terlihat antusias serta rasa suka cita di raut rekan-rekan anggota yang telah lulus di pelantikan kali ini. Sekali lagi selamat menjadi bagian resmi keluarga HSX 125 Community, dan sesuai pesan dari Ketum, jagalah nama baik HSX saat berkendara di jalan raya, utamakan safety riding sesuai motto HSX.
Demikian sedikit kisah Wanayasa. Sekali lagi, sesuai ucapan yang selalu penulis ucapkan di Pos 1 kepada setiap member yang akan dilantik bahwa proses pelantikan ini bukanlah untuk tujuan lain selain untuk menumbuhkan rasa cinta dan sense of belonging terhadap komuniti, “Apa yang didapat dengan mudah akan pergi dengan mudah, dan apa yang didapat dengan perjuangan akan selalu lekat di hati dan sulit untuk ditinggalkan”.
Label:
touring HSX
10 Maret 2009
Awal Maret 2009, libur tiga hari rasanya ngga “sreg” kalo ngga melampiskan rindu akan pertualangan dengan motor, kontek beberapa temen, hmmm… ada aja halangan mereka ga bisa ikutan touring, yang kerjaan lah, yang sakit lah, macem-macem alasannya.
Sampai H minus 1 dari tanggal 7, lokasi tujuan plus rekan seperjalanan belum nemu juga, ‘kans’-nya jadi 20% buat ngabisin liburan awal Maret ini dengan touring jadi kenyataan, ditambah lagi tangal 7-8 Maret ini Honda ngadain gelaran Honda Racing Championship (HRC) 2009, acara yang tiap tahun ngga pernah terlewatkan, di samping reunian ketemuan sama rekan-rekan lama di seluruh club Honda, juga untuk nostalgia ngerasain soulnya balapan waktu masih perjaka dulu…. ‘kans’-nya jadi turun 10%. Pasrah deh, liburan panjang ini ngga touring.
Sampai H minus 1 dari tanggal 7, lokasi tujuan plus rekan seperjalanan belum nemu juga, ‘kans’-nya jadi 20% buat ngabisin liburan awal Maret ini dengan touring jadi kenyataan, ditambah lagi tangal 7-8 Maret ini Honda ngadain gelaran Honda Racing Championship (HRC) 2009, acara yang tiap tahun ngga pernah terlewatkan, di samping reunian ketemuan sama rekan-rekan lama di seluruh club Honda, juga untuk nostalgia ngerasain soulnya balapan waktu masih perjaka dulu…. ‘kans’-nya jadi turun 10%. Pasrah deh, liburan panjang ini ngga touring.
Tapi semangat touring timbul kembali saat dateng ke acara HRC di Kemayoran, di sana ketemu beberapa rekan gila touring HSX, yang dikenal sbg tim survei HSX pertama (Lember, Noer, Boyke), beberapa rekan jadul HSX (Achi, Om Ei & Wahyu item) plus Budi Anduk, Angkatan Anyer, gayung bersambut, dari obrolan-obrolan iseng, timbul ide touring dadakan yang biasa disebut “Touring Bingung” sama rekan-rekan HSX… Dari obrolan iseng ini, akhirnya diputuskan jalan Minggu sore berangkat ke Wisata Jatiluhur, Purwakarta, lokasi yang pas, disamping ngga terlalu jauh, cocok juga dengan waktu yang kita punya, yaitu cuma 1,5 hari sebelum hari kerja (Selasa, 10 Maret 2009). Touring ini sekaligus buat ngawal rekan-rekan Angkatan Ciwidey 2, yang merupakan Panitia untuk touring resmi HSX berikutnya. Akhirnya terbentuklah secara dadakan tim survei pelantikan HSX ke-11, terdiri dari 8 motor 10 orang, 7 orang yang disebut di atas plus 2 rekan Angkatan Ciwidey 2 (Aji, Enrike), dan satu orang lagi sang penulis, Achi & Wahyu item berperan sbg rider cadangan.
KEBERANGKATAN
Biasa deh jam-nya anak club, pasti ngaret…… janjian kumpul jam 7-an di rumah Lember (Bambu Apus), pas teng jam 7 sampai lokasi, blom ada satupun yang nongol batang hidungnya, termasuk tuan rumah… sekitar 15 menit menunggu, satu per satu berdatangan, akhirnya tim komplit di jam 10 malem,… jam 22.15, setelah sedikit briefing, tim survei pun meluncur, ngga lupa nyatet kilometer dan indikator bensin, odometer ke 0 (nol) kilometer, dengan pertamax full tank 3,7 liter (kurang lebih Rp 22.000,-).
Inilah asyiknya touring bingung, kita bebas soal waktu berangkat plus rute yang bakal kita tempuh, sedikit nyeleneh, akhirnya diputuskan Jakarta – Purwakarta lewat jalur tak lazim, yaitu jalur Cibubur – Jonggol – Bojong Mangu – Teluk Jambe – Karawang kota – Kawasan Industri BIC – Sadang – Purwakarta. Tengah malampun membelah jalan setapang kampung Bojong Manggu yang berbatu dan sepi tanpa lampu, banyak cerita di rute ini.
Bambu Apus – Teluk Jambe ditempuh dalam waktu 2 jam 20 menit, kilometer menunjuk ke angka 75 km. Waktu yang cukup lama untuk jarak tempuh 75 km, dikarenakan kondisi jalan di Kp. Bojong Mangu yang kecil, gelap, rusak dan sedikit berbatu.
Setelah briefing sejenak di Teluk Jambe untuk menentukan lokasi istirahat, tim kembali melanjutkan perjalanan dan 15 menit berikutnya (km: 83) tim kembali berhenti untuk istirahat di alun-alun kota Karawang. Setelah kenyang menyantap nasi goreng, sate marangi, roti pisang bakar dll, perjalanan dilanjutkan pada pukul 01.35.
Jam 03.15, tim tiba di Purwakarta kota, setelah sebelumnya sempat dijemput oleh rekan-rekan dari Honda 125 Community dan Vixion Purwakarta di Sadang. Tim pun istirahat di rumah salah satu rekan H125C.
09.30 pagi, sebelum survei lokasi dilaksanakan, tim terlebih dahulu diajak untuk menghadiri akad nikah dan resepsi salah satu rekan H125C. Setelah resepsi selesai, tim meluncur ke lokasi survei di Jatiluhur, perjalanan menuju Waduk Jatiluhur sungguh mengasyikkan dengan motor, sayang jalur meliuk-liuknya Cuma beberapa kilo meter saja sebelum di gerbang utama / loket wisata Jatiluhur, tiket masuk perorang & motor Rp 8.000,-
Inilah asyiknya touring bingung, kita bebas soal waktu berangkat plus rute yang bakal kita tempuh, sedikit nyeleneh, akhirnya diputuskan Jakarta – Purwakarta lewat jalur tak lazim, yaitu jalur Cibubur – Jonggol – Bojong Mangu – Teluk Jambe – Karawang kota – Kawasan Industri BIC – Sadang – Purwakarta. Tengah malampun membelah jalan setapang kampung Bojong Manggu yang berbatu dan sepi tanpa lampu, banyak cerita di rute ini.
Bambu Apus – Teluk Jambe ditempuh dalam waktu 2 jam 20 menit, kilometer menunjuk ke angka 75 km. Waktu yang cukup lama untuk jarak tempuh 75 km, dikarenakan kondisi jalan di Kp. Bojong Mangu yang kecil, gelap, rusak dan sedikit berbatu.
Setelah briefing sejenak di Teluk Jambe untuk menentukan lokasi istirahat, tim kembali melanjutkan perjalanan dan 15 menit berikutnya (km: 83) tim kembali berhenti untuk istirahat di alun-alun kota Karawang. Setelah kenyang menyantap nasi goreng, sate marangi, roti pisang bakar dll, perjalanan dilanjutkan pada pukul 01.35.
Jam 03.15, tim tiba di Purwakarta kota, setelah sebelumnya sempat dijemput oleh rekan-rekan dari Honda 125 Community dan Vixion Purwakarta di Sadang. Tim pun istirahat di rumah salah satu rekan H125C.
09.30 pagi, sebelum survei lokasi dilaksanakan, tim terlebih dahulu diajak untuk menghadiri akad nikah dan resepsi salah satu rekan H125C. Setelah resepsi selesai, tim meluncur ke lokasi survei di Jatiluhur, perjalanan menuju Waduk Jatiluhur sungguh mengasyikkan dengan motor, sayang jalur meliuk-liuknya Cuma beberapa kilo meter saja sebelum di gerbang utama / loket wisata Jatiluhur, tiket masuk perorang & motor Rp 8.000,-
WISATA JATILUHUR
Tiba di Jatiluhur jam 12.00 (km: 138).
Sebelumnya sempat wisata ke Jatiluhur bareng keluarga, tapi hanya ke Water World nya saja, belum sempat ke area-area sekitarnya. Ternyata saat survei, dipandu oleh rekan2 dari H125C Purwakarta, wisata Jatiluhur ternyata menyimpan lokasi-lokasi menarik lainnya. Lokasi yang cocok untuk acara keakraban club, ditambah pula dengan villa/pavilion yang cukup besar, mewah dan murah pula.
Namun sayang lokasi yang sudah begitu cocoknya harus dibatalkan karena ternyata seluruh villa di kawasan wisata Jatiluhur sudah full-booked untuk dua bulan ke depan, jadi untuk menyewa villa-villa tersebut kita harus booking 2 bulan sebelumnya. Akhirnya survei ke Jatiluhur tidak membuahkan hasil apa-apa, namun kekecewaan rekan-rekan terbayar dengan wisata waduk yang cukup menyenangkan, disamping wisata kuliner yang begitu nikmat dan murah. Sesaat setelah survei, tim beranjak ke salah satu rumah makan di pinggir waduk Jatiluhur. Dengan kalap tim memesan menu 5 kilo ikan mujaer nila, 2 porsi sop patin, 1 kilo jambal, 4 porsi cah kangkung, plus nasi dan beberapa makanan dan minuman lainnya, yang setelah makan cuma menghabiskan Rp 407.000,- cukup murah untuk makanan yang begitu banyak dan beragam.
WISATA WANAYASA, puncaknya Purwakarta
Setelah makan, tim memutuskan untuk mencari lokasi alternatif lainnya, akhirnya diputuskan tim meluncur ke wisata Wanayasa, atas anjuran dari rekan-rekan H125C Purwakarta yang setia mengawal kita kemana pun selama survei.
Jarak dari Jatiluhur ke Wanayasa kurang lebih sekitar 40 kilo meter, sempat survei ke beberapa villa, semuanya cukup menarik dengan pemandangan yang eksotis dan menawarkan kelebihan-kelebihan, namun belum satupun yang “sreg” di hati rekan-rekan tim survei.
Di seputaran Wanayasa (km: 180), sempet kembali isi bensin, full tank, premium sebanyak Rp 16.000,-. Ini berarti HSX 002, kurang lebih perbandingan konsumsinya 1:49, masih cukup irit untuk motor berumur 3 tahun 8 bulan.
Survei akhirnya diputuskan ke salah satu villa milik rekan H125C Purwakarta masih di kawasan Wanayasa, sempet “ciut” pula lihat rute menanjak menuju villa jalurnya berbatuan dan licin serta cuacapun hujan dan hari sudah sore tanpa ada hasil survei yang jelas.
Jarak dari Jatiluhur ke Wanayasa kurang lebih sekitar 40 kilo meter, sempat survei ke beberapa villa, semuanya cukup menarik dengan pemandangan yang eksotis dan menawarkan kelebihan-kelebihan, namun belum satupun yang “sreg” di hati rekan-rekan tim survei.
Di seputaran Wanayasa (km: 180), sempet kembali isi bensin, full tank, premium sebanyak Rp 16.000,-. Ini berarti HSX 002, kurang lebih perbandingan konsumsinya 1:49, masih cukup irit untuk motor berumur 3 tahun 8 bulan.
Survei akhirnya diputuskan ke salah satu villa milik rekan H125C Purwakarta masih di kawasan Wanayasa, sempet “ciut” pula lihat rute menanjak menuju villa jalurnya berbatuan dan licin serta cuacapun hujan dan hari sudah sore tanpa ada hasil survei yang jelas.
Namun sesampainya di lokasi villa, kericuhan rekan-rekan tim akhirnya terbayar dengan pemandangan indah di seputaran villa, kebetulan villa berada tepat di atas bukit, sehingga pemandangan ke bawah dan ke beberapa gunung besar di Jawa Barat terlihat. Villa tidak cukup besar, hanya berupa saung dengan fasilitas seadanya, tapi semua terbayar dengan indahnya pemandangan sekitar. Jarak jalur bebatuan dari jalan raya Wanayasa menuju villa sekitar 1 km, kurang lebih dapat ditempuh dalam waktu 8 menit.
Beberapa rekan tim survei menyetujui bila acara keakraban HSX 125 Community untuk angkatan selanjutnya dilaksanakan di tempat ini, namun seluruh keputusan tetap berada di tangan Ketum, Divisi Acara dan Panitia yang berangkat survei ini.
KEPULANGAN
Setelah azan Maghrib, pukul 18.30 tim segera meluncur menuju Jakarta, sempat selama 1 jam tim harus merapat ke tukang tambal untuk menambal ban motor salah seorang rekan tim survei. Pukul 19.35 perjalanan pulang dilanjutkan. Pukul 20.15 (km: 208) tim sampai di alun-alun kota Purwakarta dan pukul 20.25 (km: 211) tim survei pitstop di Sadang untuk pamitan dengan rekan-rekan H125C Purwakarta yang telah mengawal tim selama survei.
Setelah pamitan tim kembali meluncur ke Jakarta lewat jalur Sadang – Kws industri BIC – Karawang – Cikarang – Bekasi – Pekayon – Bambu Apus.
Pitstop sesaat di SPBU BIC, pukul 21.15 (km: 227) dan Jl Raya Cikarang, pukul 22.30 (km: 265) kurang lebih 1 jam. Jalanan rusak cukup parah dan banyak lubang sepanjang dari BIC – Karawang hingga Cikarang. Tim survei tiba di seputaran Sekretariat HSX di Bambu Apus pukul 00.15 (km: 306), dan berpisah ke kediaman masing-masing.
Setelah pamitan tim kembali meluncur ke Jakarta lewat jalur Sadang – Kws industri BIC – Karawang – Cikarang – Bekasi – Pekayon – Bambu Apus.
Pitstop sesaat di SPBU BIC, pukul 21.15 (km: 227) dan Jl Raya Cikarang, pukul 22.30 (km: 265) kurang lebih 1 jam. Jalanan rusak cukup parah dan banyak lubang sepanjang dari BIC – Karawang hingga Cikarang. Tim survei tiba di seputaran Sekretariat HSX di Bambu Apus pukul 00.15 (km: 306), dan berpisah ke kediaman masing-masing.
KESIMPULAN:
Jarak dan waktu tempuh dari Sekretariat HSX Bambu Apus sampai Lokasi survei rujukan di Wisata Wanayasa adalah sebagai berikut:
Rute Jakarta – Jonggol– Bojong Mangu – Teluk Jambe – Karawang kota – Kawasan Industri BIC – Sadang – Purwakarta – Wanayasa berjarak kurang lebih 155 KM dan dapat ditempuh dalam waktu 5 jam dengan kondisi jalur Jonggol – Teluk Jambe yang berbatu, tapi sepi kendaraan.
Rute Jakarta – Pekayon – Bekasi – Cikarang – Karawang – BIC – Sadang – Purwakarta – Wanayasa berjarak kurang lebih 126 KM dan dapat ditempuh dalam waktu 3 jam 45 menit dengan kondisi jalur Karawang – Cikarang – Bekasi yang rusak parah.
Villa di Wanayasa menurut beberapa rekan tim survei: VERY RECOMMENDED.
Rute Jakarta – Jonggol– Bojong Mangu – Teluk Jambe – Karawang kota – Kawasan Industri BIC – Sadang – Purwakarta – Wanayasa berjarak kurang lebih 155 KM dan dapat ditempuh dalam waktu 5 jam dengan kondisi jalur Jonggol – Teluk Jambe yang berbatu, tapi sepi kendaraan.
Rute Jakarta – Pekayon – Bekasi – Cikarang – Karawang – BIC – Sadang – Purwakarta – Wanayasa berjarak kurang lebih 126 KM dan dapat ditempuh dalam waktu 3 jam 45 menit dengan kondisi jalur Karawang – Cikarang – Bekasi yang rusak parah.
Villa di Wanayasa menurut beberapa rekan tim survei: VERY RECOMMENDED.
Label:
Touring
30 Desember 2008
Nafsu juga lihat iklan di salah satu tabloid otomotif yang ngiklanin Honda bersama HTCI ngadain touring wing day di Pangandaran bulan November 2008 lalu, sebenarnya bukan nafsu sama tujuan akhirnya, tapi nafsu mau ngikutin jalur trek Tasikmalaya – Pangandaran via Karangnunggal – Cipatujah – Green Canyon.
Jadi, berbekal niat, dan support dari si Bilal gendeng akhirnya sukses juga ngeracunin beberapa temen di Club Vario Dan HSX untuk ikut segera merealisasikan keinginan mencoba trek / jalur tersebut.
Tiga hari sebelum hari keberangkatan ke Pangandaran, ngetes stamina Vario yang udah lama ngga jalan jauh plus memfamiliarisasi handling Vario ber E 45 baru, sekaligus ikut merayakan hut HSX yang ke-3 di Cibodas. Ternyata stamina si Biru ngga ada masalah, dan handling Vario dengan box Givi E 45 pun ngga ada kesulitan sama sekali. Akhirnya setelah konfirmasi dan ngajak sana sini, ada juga yang kena racun buat ikut nyobain trek Cipatujah.
Berikut review perjalanannya:
DEPOK – PANGANDARAN (KEBERANGKATAN)
Rabu, 24 Desember 2008
Pitstop Keberangkatan: Abrar Automobil, Margonda Depok. Tim berkumpul dari jam 22.00, koordinasi rencana perjalanan sambil menunggu tiga orang rekan dari HSX (Boyke, Arya dan Sis Widya) yang ingin bergabung menelusuri jalur rute wing day HTCI, tim HVC Depok yang terdiri dari Bilal, gw (Herkot), Pasha, Aji, Iman Slipie, Andri Cijantung tepat pukul 00.15 (Kamis) berangkat menuju Pangandaran. Si Biru telah siap dengan bahan bakar (Pertamax) full tank dan Kilometer yang tertera di speedometer vario menunjukkan KM 31.034.
Pitstop Keberangkatan: Abrar Automobil, Margonda Depok. Tim berkumpul dari jam 22.00, koordinasi rencana perjalanan sambil menunggu tiga orang rekan dari HSX (Boyke, Arya dan Sis Widya) yang ingin bergabung menelusuri jalur rute wing day HTCI, tim HVC Depok yang terdiri dari Bilal, gw (Herkot), Pasha, Aji, Iman Slipie, Andri Cijantung tepat pukul 00.15 (Kamis) berangkat menuju Pangandaran. Si Biru telah siap dengan bahan bakar (Pertamax) full tank dan Kilometer yang tertera di speedometer vario menunjukkan KM 31.034.
Abrar – Pitstop 1 (Ciranjang)
Dari Abrar tim menuju Pitstop Pertama di Ciranjang (RM Idola 3) melalui jalur Pemda depok – Bogor – Ciawi – Puncak – Cipanas – Cianjur.
Pukul 02.45, tim sampai di pitstop pertama Ciranjang, KM di vario menunjukkan KM 31.143. Ini berarti tim telah jalan sepanjang 109 KM. Asyiknya pitstop di rumah makan ini yaitu tepat diseberangnya ada SPBU komplit 24 jam, jadi sehabis makan si vario disuplai BBM lagi (Pertamax) sebanyak 2,6 liter (Rp 16.800). Setelah foto-foto, isi perut dan isi tanki vario sudah full tank, pukul 03.45 tim kembali melanjutkan perjalanan.
Pukul 02.45, tim sampai di pitstop pertama Ciranjang, KM di vario menunjukkan KM 31.143. Ini berarti tim telah jalan sepanjang 109 KM. Asyiknya pitstop di rumah makan ini yaitu tepat diseberangnya ada SPBU komplit 24 jam, jadi sehabis makan si vario disuplai BBM lagi (Pertamax) sebanyak 2,6 liter (Rp 16.800). Setelah foto-foto, isi perut dan isi tanki vario sudah full tank, pukul 03.45 tim kembali melanjutkan perjalanan.
Pitstop 1 – Pitstop 2 (Bandung) – Cileunyi
Pukul 04.40, tim kembali pitstop untuk istirahat sejenak dan sholat shubuh di Mesjid Daarussalam, Soekarno - Hatta Bandung. Sementara Bilal mengejar Aji/Pasha yang terlalu konsen sehingga bablas terus sampai ke Cileunyi. Di Pitstop ini KM menunjukkan angka 31.189 (155 km). Setelah shubuh, pukul 05.10 tim berangkat kembali bergabung dengan Bilal dan Aji/Pasha yang sudah menunggu di Cileunyi untuk sarapan pagi. Sampai di lokasi pukul 05.40, tim sarapan kupat tahu, tahu dan bubur ayam. KM di angka 31.205 (171 km). Setelah sarapan selesai, pukul 06.05 tim melanjutkan perjalanan.
Cileunyi – Pitstop Tasik
Kamis, 08.12 pagi, tim kembali masuk SPBU Tasik Kota, si Biru di-full tank kembali sebanyak 2,9 liter Pertamax (Rp 18.800). KM menunjukkan angka 31.288 (254 km). Tanpa istirahat, setelah tim mengisi bbm, perjalanan dilanjutkan menuju kediaman saudara dari Bilal di Tasik kota. Tim sampai di lokasi tersebut pukul 08.35 dengan KM menunjuk ke angka 31.294 (260 km). Di pitstop ini rombangan istirahat cukup lama untuk memulihkan stamina yang terkuras selama perjalanan tanpa tidur semalaman. Pukul 12.30, setelah makan siang dan sholat perjalanan tim dilanjutkan menuju trek wing day HTCI, Tasik – Pangandaran via Cipatujah.
Tasik – Cipatujah
Di trek/jalur ini tim disuguhkan dengan trek idaman, sepi dan meliuk-liuk, ada beberapa trek yang kurang bersahabat, sedikit berbatu, tetapi secara keseluruhan trek cukup yahud dengan suguhan pemandangan alami pegunungan. Beberapa rekan-rekan terlihat menikmati trek yang meliuk-liuk. Pukul 13.35 tim sempet istirahat sebentar di SPBU Karangnunggal, tapi si Biru masih punya cadangan bbm cukup di fuel indicator, hanya beberapa rekan saja yang mengisi. KM menunjukkan angka 31.340 (306 km), ini berarti dari Tasik kota sampai Karangnunggal berjarak kurang lebih 46 km dan ditempuh jam waktu 1 jam 5 menit.
Di KM 31.367 (333 km) tim sampai di lokasi Pitstop Pantai Cipatujah. Waktu menunjukkan pukul 14.20. Mereview kembali, ini berarti jarak Tasik kota – Cipatujah berjarak 73 km dan ditempuh dalam waktu 1 jam 50 menit atau 2 jam kurang 10 menit.
Pantai Cipatujah ternyata kurang begitu terawat, sampah di sana sini dan karakteristik pantainya pun tidak berbeda dari pantai-pantai selatan lainnya, dengan karakteristik ombak yang agak besar, sehingga ada larangan untuk berenang disini. Tim hanya istirahat selama 15 menit di pantai ini. Tepat pukul 14.35 tim kembali melanjutkan perjalanan menyusuri pantai selatan menuju Pangandaran.
Di KM 31.367 (333 km) tim sampai di lokasi Pitstop Pantai Cipatujah. Waktu menunjukkan pukul 14.20. Mereview kembali, ini berarti jarak Tasik kota – Cipatujah berjarak 73 km dan ditempuh dalam waktu 1 jam 50 menit atau 2 jam kurang 10 menit.
Pantai Cipatujah ternyata kurang begitu terawat, sampah di sana sini dan karakteristik pantainya pun tidak berbeda dari pantai-pantai selatan lainnya, dengan karakteristik ombak yang agak besar, sehingga ada larangan untuk berenang disini. Tim hanya istirahat selama 15 menit di pantai ini. Tepat pukul 14.35 tim kembali melanjutkan perjalanan menyusuri pantai selatan menuju Pangandaran.
Cipatujah – Pangandaran
Di jalur ini tim disuguhkan dengan pemandangan pantai selama perjalanan, dari Cipatujah tim melewati beberapa wisata pantai walau ngga sempet mampir, seperti pantai Karanganyar, Sindangkerta dan Kalapagenep. Tapi tim ternyata ngga sanggup menghindari pemandangan pantai yang menakjubkan, di sekitar desa Cimerak tim melihat pemandangan pantai dan sawah yang mengesankan dan terpaksa harus berhenti untuk foto-foto selama hampir 30 menit, di desa ini pun tim sempat kembali pitstop untuk sholat ashar dan si Biru terpaksa menenggak Premium eceran 1 liter (Rp 6.000).
Pukul 16.15 tim sampai di objek wisata Green Canyon, KM menunjukkan angka 31.433 (399 km). di objek wisata ini tim hanya sekilas mencatat jadwal buka loket dan harga tiket, setelah itu perjalanan kembali dilanjutkan menuju Pitstop terakhir Pangandaran.
Dan pukul 17.45 tim dengan selamat sampai di pitstop tujuan Pangandaran. KM menunjukkan angka 31.455, ini berarti Depok – Pangandaran via Cipatujah kurang lebih 421 KM dengan waktu tempuh selama 17 jam 30 menit (perjalanan selama 11 jam dengan istirahat selama 6 jam 30 menit).
Dengan Vario konsumsi bensin Depok – Pangandaran kurang lebih 9,5 liter (8,5 liter Pertamax dan 1 liter Premium) atau kurang lebih seharga Rp 61.250.
Ini berarti konsumsi bbm si Biru untuk luar kota sekitar 1 liter berbanding 44.3 KM, masih cukup irit untuk kelas skutik.
Pukul 16.15 tim sampai di objek wisata Green Canyon, KM menunjukkan angka 31.433 (399 km). di objek wisata ini tim hanya sekilas mencatat jadwal buka loket dan harga tiket, setelah itu perjalanan kembali dilanjutkan menuju Pitstop terakhir Pangandaran.
Dan pukul 17.45 tim dengan selamat sampai di pitstop tujuan Pangandaran. KM menunjukkan angka 31.455, ini berarti Depok – Pangandaran via Cipatujah kurang lebih 421 KM dengan waktu tempuh selama 17 jam 30 menit (perjalanan selama 11 jam dengan istirahat selama 6 jam 30 menit).
Dengan Vario konsumsi bensin Depok – Pangandaran kurang lebih 9,5 liter (8,5 liter Pertamax dan 1 liter Premium) atau kurang lebih seharga Rp 61.250.
Ini berarti konsumsi bbm si Biru untuk luar kota sekitar 1 liter berbanding 44.3 KM, masih cukup irit untuk kelas skutik.
PANGANDARAN – DEPOK/JAKARTA (KEPULANGAN)
Sabtu, 27 Desember 2008
Kali ini perjalanan pulang minus rekan-rekan HSX yang memisahkan diri sejak sampai di Pangandaran. Tepat pukul 09.30 setelah berkemas, tim langsung berangkat menuju ke Bandung, yang rencananya tim akan bergabung dengan beberapa rekan-rekan HVC Depok plus Naoly HVC #017 yang sudah berada di Bandung sejak Sabtu dini hari. KM si Biru menunjuk diangka 31.510
Pangandaran – Tasik (luar)
Di SPBU pertama, kurang lebih 8 km dari lokasi keberangkatan, si Biru terpaksa harus kembali meneguk Premium sebanyak -+ 2,2 liter (Rp 11.000). Selesai full tank, tim langsung meninggalkan Pangandaran lewat jalur Banjar. Di pertigaan Ciamis, tim memutuskan untuk mencoba trek alternatif melalui jalur Siangaparna – Garut - Nagrek, jadi tidak melewati jalur umum Rajapolah – Malangbong – Nagrek, plus wisata hunting perlengkapan kulit di garut.
Tepat pukul 12.00, tim sempat mampir ke salah satu SPBU di luar kota Tasik sekedar untuk istirahat tanpa mengisi bbm. KM menunjukkan angka 31.619 (109 KM). Pukul 12.30 tim kembali melanjutkan perjalanan.
Tepat pukul 12.00, tim sempat mampir ke salah satu SPBU di luar kota Tasik sekedar untuk istirahat tanpa mengisi bbm. KM menunjukkan angka 31.619 (109 KM). Pukul 12.30 tim kembali melanjutkan perjalanan.
Tasik - Garut
Pukul 12.45 tim masuk kembali ke SPBU di Tasik kota, untuk memfull-tankkan kembali tangki. Si biru kembali menenggak Pertamax sebanyak 2,25 liter (Rp 14.600).
Tim pun kembali melanjutkan perjalanan menuju pusat kerajinan kulit di Garut melalui jalur Singaparna. Namun belum beberapa jauh tim kembali merapat ke tepi jalanan untuk kembali mengisi tangki, namun kali ini tangki pengendaranya untuk makan siang. Pukul 13.30 tim kembali melanjutkan perjalanan.
Trek Singaparna walau lebih jauh sekitar 20 km dari jalur Malangbong, namun terasa lebih asyik karena pemandangan yang lebih bagus dan trek yang lebih berliku, selama perjalanan tim selalu disambut dengan hujan, panas, hujan deras dan panas secara bergantian.
Pukul 15.25 tim sampai di lokasi kerajinan kulit Garut.
Tim pun kembali melanjutkan perjalanan menuju pusat kerajinan kulit di Garut melalui jalur Singaparna. Namun belum beberapa jauh tim kembali merapat ke tepi jalanan untuk kembali mengisi tangki, namun kali ini tangki pengendaranya untuk makan siang. Pukul 13.30 tim kembali melanjutkan perjalanan.
Trek Singaparna walau lebih jauh sekitar 20 km dari jalur Malangbong, namun terasa lebih asyik karena pemandangan yang lebih bagus dan trek yang lebih berliku, selama perjalanan tim selalu disambut dengan hujan, panas, hujan deras dan panas secara bergantian.
Pukul 15.25 tim sampai di lokasi kerajinan kulit Garut.
Garut – Bandung - Jakarta
Setelah kurang lebih setengah jam di lokasi ini, tim kembali berangkat menuju Bandung. Tiba di Bandung pukul 17.45. Langsung menuju SPBU pasti pas terdekat, dan si biru menenggak Pertamax sebanyak 2,4 liter (Rp 15.600). KM menunjukkan angka 31.733 (223 KM).
Tim sempet menginap satu hari di Bandung untuk sowan ke tempat kopdarnya rekan-rekan HVRC Bandung. Besoknya, sekitar jam 15.00 tim melanjutkan keberangkatan menuju Jakarta melalui jalur Ciranjang – Cariu – Jonggol – Cileungsi – Cibubur.
Tim sempet menginap satu hari di Bandung untuk sowan ke tempat kopdarnya rekan-rekan HVRC Bandung. Besoknya, sekitar jam 15.00 tim melanjutkan keberangkatan menuju Jakarta melalui jalur Ciranjang – Cariu – Jonggol – Cileungsi – Cibubur.
Label:
Touring
19 Agustus 2008
JOGJA VAGANZA
GATHERING VARIO NASIONAL
WARA Kaliurang, Jogjakarta, 16-17 Agustus 2008
GATHERING VARIO NASIONAL
WARA Kaliurang, Jogjakarta, 16-17 Agustus 2008
Bingung juga saat tahu HSX bakal ngadain pelantikan Angkatan 11 ke Ciwidey, tanggal 16-17 Agustus 2008 karena di tanggal yang sama ada acara gathering tahunan club Vario se-nusantara yang ke-2, yang diselenggarakan di Jogja, dengan JAVACOM (Jogja Vario Community) sebagai tuan rumah.Berat juga waktu mau mutusin ke Jogja, soalnya selama proses pelantikan di HSX, ngga pernah sekalipun absen, selalu hadir dari Angkatan 1 s/d Angkatan 10.
Akhirnya diputusin berangkat ke Jogja, selain lokasi yang lebih menantang, sayang kayanya kalo harus melewatkan event gathering yang dilaksanakan setahun sekali ini.
Jadi, inilah catatan perjalanannya …..
Akhirnya diputusin berangkat ke Jogja, selain lokasi yang lebih menantang, sayang kayanya kalo harus melewatkan event gathering yang dilaksanakan setahun sekali ini.
Jadi, inilah catatan perjalanannya …..
PERJALANAN (JALUR SELATAN JAWA)
Jumat, 15 Agustus 2008
15.00 – 19.30 (0 km)
Tim berangkat sebanyak 15 motor. Meeting point di MILENIUM MOTOR, dari jadwal kesepakatan berangkat jam 16.00 mundur menjadi 19.30 disebabkan kendala hujan. Namun kesempatan ini dipergunakan oleh rekan-rekan yang telah datang untuk me-recheck kondisi motor di Milenium secara gratis, di bawah pengawasan langsung dari Bpk. Eyko, chief mechanic Milenium Motor Depok.
Pkl. 19.00, diadakan briefing pra keberangkatan, dan sambutan dari pihak Milenium yang pada kesempatan tersebut juga mensupport tim keberangkatan dengan memberikan paket bingkisan berupa 2 botol oli flick, 2 btl radiator coolant, 4 bh bohlam lampu depan, 4 bh bohlam lampu sen, 2 bh Busi, 2 bh ban dalam dan satu set kunci-kunci dan obeng untuk setting karbu.
Tepat 19.30 selesai briefing dan berdoa, tim berangkat dengan mencatat odometer di posisi 0 (nol) dengan kondisi semua bbm kendaraan full tank (pengisian awal 3,2 ltr premium, atau Rp 19.200)
19.30 – 21.20 (58 km):
Pitstop SPBU Cisarua, untuk kembali mem-full tank-kan tangki motor, diisi premium sebanyak 1,53 ltr (Rp 9.200). Pkl 21.35 tim kembali diberangkatkan.
21.35 – 22.50 (109 km):
Tim istirahat untuk makan di Ciranjang. Pkl. 23.40, perjalanan dilanjutkan.
Sabtu, 16 Agustus 2008
23.40 – 01.15 (171 km):
Perjalanan terhenti di Cileunyi karena ada salah satu peserta (Yosi) yang mengalami bocor ban, disamping menunggu salah satu petugas yang tertinggal di Bandung (Aji/Pasha).
Pkl 02.15 tim kembali melanjutkan perjalanan.
02.15 – 02.25 (183 km):
Pitstop SPBU Cicalengka untuk kembali mengisi premium sebanyak 2,76 ltr (Rp 16.600). Pkl 02.30 perjalanan dilanjutkan.
02.30 – 04.25 (256 km):
Rombongan pitstop kembali di rumah salah satu kerabat (Bilal) di kota Tasik untuk istirahat dan makan. Tim istirahat selama hampir 4 jam. Setelah sarapan pagi, pkl 08.30 tim melanjutkan perjalanan menuju Jogja.
08.30 – 09.25 (276 km):
Di kota Ciamis rombongan terhenti karena motor Bilal mengalami kendala bocor seal gardannya, terpaksa motor harus masuk perawatan AHASS “Setia Kawan”, sekaligus menservice motor Bro Tinus. Selama perbaikan tim dijamu oleh pihak AHASS “Setia Kawan” (Bpk. Yus) dengan ramah. Rombongan mendapatkan bingkisan kaos sebanyak 15 bh dari pihak Setia Kawan dan jamuan minuman. Di samping itu motor kedua rekan yang mengalami kerusakanpun menjadi prioritas pertama pihak bengkel, sehingga motor kembali OK dalam waktu kurang lebih 1 jam.
Pkl 10.40 tim kembali berangkat setelah memberikan bingkisan ucapan terima kasih kepada pihak AHASS Setia Kawan.
10.40 – 11.20 (304 km):
Pitstop di SPBU antara Banjar dan Majenang. Motor kembali diisi premium sebanyak 2,5 ltr (Rp 15.000). Pkl 11.25 perjalanan dilanjutkan.
11.25 – 12.10 (343 km):
Tim kembali pitstop untuk istirahat, makan dan sholat di daerah Cimanggu, Cilacap. Setelah semua urusan selesai, pkl 13.35 tim kembali berangkat menuju Jogja.
13.35 – 14.30 (388 km):
Pitstop SPBU Jatilawang, motor kembali diisi premium 1,9 ltr (Rp 11.400). Pkl 14.40 perjalanan berlanjut.
14.40 – 15.30 (427 km):
Tim kembali melakukan pitstop karena ada salah satu rekan (Rudi) yang mengalami kendala motor sulit dihidupkan setelah sempat berhenti sebentar untuk menyapa rekan-rekan dari HVC Pusat (kloter 2) yang sedang istirahat di daerah Jatiroto, Kebumen. Setelah sedikit perbaikan darurat, tepat Pkl 16.00 perjalanan dilanjutkan.
16.00 – 17.15 (484 km):
PItstop SPBU Purworejo. Isi premium sebanyak 2,2 ltr (Rp 13.500). Pkl 17.25 perjalanan berlanjut menuju Pitstop penjemputan di SPBU Ambar Ketawang.
17.25 – 19.00 (545 km):
Tim sampai di pitstop penjemputan SPBU Ambar Ketawang, diluar kota Jogja dan disambut oleh rekan-rekan JAVACOM dan HVC Pusat (kloter 1) yang telah lebih dulu sampai. Setelah ada kesepakatan bahwa tim HVC Depok akan menginap di Kaliurang, akhirnya pkl 19.30 tim berangkat menuju lokasi Jogja Vaganza di Kaliurang.
19.30 – 20.05 (568 km):
Pkl 20.05 Tim HVC Depok sampai di lokasi acara di Kaliurang.
Review perjalanan JAKARTA – JOGJA (berangkat):
JALUR
Depok – KSU – Bogor – Cisarua – Puncak – Cianjur – Ciranjang – Padalarang – Cimahi – Soekarno Hata Bandung – Cileunyi – Cicalengka – Nagrek – Malangbong – Tasikmalaya – Ciamis – Banjar – Majenang – Wangon – Buntu – Sumpiuh – Gombong – Kebumen – Kutoarjo – Purworejo – Wates – Jogja – Kaliurang.
JARAK TEMPUH
Depok (Milenium Motor) s/d Kaliurang = -+ 568 km
KONSUMSI BENSIN (PREMIUM)
- Pengisian awal 3,2 ltr Rp 19.200,-
- SPBU Cisarua 1,53 ltr Rp 9.200,-
- SPBU Cicalengka 2,76 ltr Rp 16.600,-
- SPBU Banjar 2,5 ltr Rp 15.000,-
- SPBU Jatilawang 1,9 ltr Rp 11.400,-
- SPBU Purworejo 2,25 ltr Rp 13.500,-
TOTAL 14,14 ltr Rp 84.900,-
LAMA TOTAL PERJALANAN
19.30 – 21.20: Milenium – Pitstop SPBU Cisarua. (110 menit)
21.35 – 22.50: SPBU Cisarua – Ciranjang. (75 menit)
23.40 – 01.15: Ciranjang – Cileunyi. (95 menit)
02.15 – 02.25: Cileunyi – SPBU Cicalengka. (10 menit)
02.30 – 04.25: SPBU Cicalengka – Tasik. (115 menit)
08.30 – 09.25: Tasik – Ciamis. (55 menit)
10.40 – 11.20: Ciamis – SPBU Banjar. (40 menit)
11.25 – 12.10: SPBU Banjar – Cimanggu, Cilacap. (45 menit)
13.35 – 14.30: Cimanggu – SPBU Jatilawang. (55 menit)
14.40 – 15.30: SPBU Jatilawang – Jatiroto, Kebumen. (50 menit)
16.00 – 17.15: Jatiroto – SPBU Purworejo. (75 menit)
17.25 – 19.00: SPBU Purworejo – SPBU Amber Ketawang (95 menit)
19.30 – 20.05: SPBU Ambar Ketawang – Kaliurang. (35 menit)
TOTAL PERJALANAN (855 menit = 14 jam 15 menit)
ISOMA / PITSTOP
21.20 – 21.35: SPBU Cisarua (15 menit)
22.50 – 23.40: Ciranjang (50 menit)
01.15 – 02.15: Cileunyi (60 menit)
02.25 – 02.30: SPBU Cicalengka (5 menit)
04.25 – 08.30: Kediaman kerabat Bilal (Tasik) (245 menit)
09.25 – 10.40: AHASS Setiakawan Motor Ciamis (75 menit)
11.20 – 11.25: SPBU Banjar – Majenang (5 menit)
12.10 – 13.35: Cimanggu, Cilacap (85 menit)
14.30 – 14.40: SPBU Jatilawang (10 menit)
15.30 – 16.00: Jatiroto – Kebumen (30 menit)
17.15 – 17.25: SPBU Purworejo (10 menit)
19.00 – 19.30: SPBU Amber Ketawang, Jogja (30 menit)
TOTAL ISOMA / PITSTOP (620 menit = 10 jam 20 menit)
TOTAL LAMANYA PERJALANAN + PITSTOP =
14 jam, 15 menit + 10 jam, 20 menit = 24 jam, 35 menit
Label:
Vario
24 Maret 2008
Ga pernah terpikir kalo impian sejak dulu untuk ngelilingi Banten akhirnya terwujud pas libur panjang kemaren.
Berbekal si Biru Vario plus Givi E 35 yang mondar-mandir bongkar pasang antara Vario dan Supra X 125, akhirnya tanggal 20 – 21 Maret 2008 lalu tercapai semua impian touring keliling provinsi Banten, dan terasa puas karena touring kali ini merupakan touring terbaik yang pernah dijalani, walaupun bukan merupakan touring terjauh, perjalanan yang tidak bisa diungkapkan dengan sekedar review. Ini merupakan touring komplit, dari mulai melewati pegunungan, perbukitan, persawahan, sungai, hutan, sampai pantai, dari mulai kota besar dengan fasillitas SPBU terlengkap sampai desa kecil yang hanya menyediakan bensin dengan dirigen/botol minuman, dari mulai kondisi jalan dengan 4 ruas/jalur sampai kondisi jalan yang hanya lebarnya 1 meter kurang, dari mulai jalan mulus sampai jalan berbatu dan berlubang, dari mulai perjalanan matahari terbit sampai perjalanan matahari terbenam, pokoknya touring terlengkap dan terbaik yang pernah dijalani.
Berbekal si Biru Vario plus Givi E 35 yang mondar-mandir bongkar pasang antara Vario dan Supra X 125, akhirnya tanggal 20 – 21 Maret 2008 lalu tercapai semua impian touring keliling provinsi Banten, dan terasa puas karena touring kali ini merupakan touring terbaik yang pernah dijalani, walaupun bukan merupakan touring terjauh, perjalanan yang tidak bisa diungkapkan dengan sekedar review. Ini merupakan touring komplit, dari mulai melewati pegunungan, perbukitan, persawahan, sungai, hutan, sampai pantai, dari mulai kota besar dengan fasillitas SPBU terlengkap sampai desa kecil yang hanya menyediakan bensin dengan dirigen/botol minuman, dari mulai kondisi jalan dengan 4 ruas/jalur sampai kondisi jalan yang hanya lebarnya 1 meter kurang, dari mulai jalan mulus sampai jalan berbatu dan berlubang, dari mulai perjalanan matahari terbit sampai perjalanan matahari terbenam, pokoknya touring terlengkap dan terbaik yang pernah dijalani.
Setelah 2 minggu sebelumnya touring ke Guci – Tegal bareng Honda Supra X 125, maka touring kali giliran si Biru Vario lah yang bertugas mengawal jiwa petualang menuju ujung barat Pulau Jawa, Ujung Kulon.
Perjalanan kali ini begitu berbeda seperti perjalanan touring-touring sebelumnya, dan inilah kesempatan untuk “compare” kehebatan Vario dengan motor-motor dengan berbagai tipe dan merek. Perjalanan ini pun atas undangan touring dari Bro Kemal (HVC Depok) dan rekan-rekan Cooper Bikers (bikers dari kalangan karyawan PT. Freeport Jakarta), yang mempunyai motto “No Ride No Glory”, motto yang cukup simple tapi cukup melukiskan betapa puasnya mereka bila melakukan perjalanan touring dengan roda dua, puas seperti sebuah kemenangan.
Ada 11 peserta touring dan satu “boncenger” yang masing-masing terdiri dari 4 motor Vario dari HVC Depok (Boy, Andri, Aming dan si Biru) + Om Kemal, 1 Supra X 125 PGM-FI, Vega, Pulsar, Scorpio, Sky Wave dan Satria FU-150. Secara akselerasi baik dij alan datar maupun tanjakan Vario cukup mumpuni, apalagi di kondisi jalan yang menanjak, power Vario cukup mumpuni melibas motor-motor bergigi, kecuali Sky Wave, meluncur kencang tanpa hambatan dengan cc 125-nya. Satu kelemahan Vario adalah konsumsi bahan bakar yang selalu menurun drastis dibanding motor-motor lainnya, ini dikarenakan kapasitas tangki bahan bakar vario yang relatif paling kecil dibanding lainnya.
Berikut review lengkap perjalanan.
Perjalanan kali ini begitu berbeda seperti perjalanan touring-touring sebelumnya, dan inilah kesempatan untuk “compare” kehebatan Vario dengan motor-motor dengan berbagai tipe dan merek. Perjalanan ini pun atas undangan touring dari Bro Kemal (HVC Depok) dan rekan-rekan Cooper Bikers (bikers dari kalangan karyawan PT. Freeport Jakarta), yang mempunyai motto “No Ride No Glory”, motto yang cukup simple tapi cukup melukiskan betapa puasnya mereka bila melakukan perjalanan touring dengan roda dua, puas seperti sebuah kemenangan.
Ada 11 peserta touring dan satu “boncenger” yang masing-masing terdiri dari 4 motor Vario dari HVC Depok (Boy, Andri, Aming dan si Biru) + Om Kemal, 1 Supra X 125 PGM-FI, Vega, Pulsar, Scorpio, Sky Wave dan Satria FU-150. Secara akselerasi baik dij alan datar maupun tanjakan Vario cukup mumpuni, apalagi di kondisi jalan yang menanjak, power Vario cukup mumpuni melibas motor-motor bergigi, kecuali Sky Wave, meluncur kencang tanpa hambatan dengan cc 125-nya. Satu kelemahan Vario adalah konsumsi bahan bakar yang selalu menurun drastis dibanding motor-motor lainnya, ini dikarenakan kapasitas tangki bahan bakar vario yang relatif paling kecil dibanding lainnya.
Berikut review lengkap perjalanan.
Depok – Ujung Kulon (keberangkatan)
Kamis, 20 Maret 2008
Tepat pukul 08.00 dari pitstop keberangkatan Wong Solo Margonda Depok, keberangkatan dimulai, KM menunjukan angka 0 KM, dengan indikator bensin “FULL” diisi pertamax 2,8 (+ Rp 23.500)
Tepat pukul 08.00 dari pitstop keberangkatan Wong Solo Margonda Depok, keberangkatan dimulai, KM menunjukan angka 0 KM, dengan indikator bensin “FULL” diisi pertamax 2,8 (+ Rp 23.500)
Parung – Ciampea – Leuwiliang – Cigudeg – Jasinga (Pitstop 1)
Di Pitstop 1 indikator KM telah menunjukkan angka 73 KM, dan waktu menunjukkan pukul 10.40 pagi, berarti rombongan telah melakukan perjalanan selama 2 jam 40 menit, setelah sempat mampir sebentar di Cigudeg akibat ngga tahan lihat pemandangan pegunungan yang ajib, sayang kalau dilewatkan untuk sesi photo-photo.
Jasinga (Pitstop 1) – Cipanas – Rangkas Bitung – Jl. Raya Rangkas Bitung Pandeglang (Pitstop 2)
Perjalanan masih disuguhi dengan pemandangan yang menakjubkan, kondisi jalan pun mulus. Sempat beberapa kali berhenti hanya untuk photo-photo, sampai akhirnya perjalanan dihentikan untuk makan siang di wilayah antara Rangkas Bitung dan Pandeglang (Jl Ry Rangkas – Pandeglang). Di pitstop ini jam menunjukkan pukul 13.00 tepat, sedangkan KM jatuh diangka 151.
Tepat pukul 14.30, setelah selesai isoma, rombongan diberangkatkan kembali menuju pitstop Terakhir
Tepat pukul 14.30, setelah selesai isoma, rombongan diberangkatkan kembali menuju pitstop Terakhir
Rangkas Bitung – Pandeglang – Labuan – Cibaliung – Cimanggu – Sumur (Pitstop akhir)
Dari pitstop 2, Vario sempat kembali minum premium sebanyak 2 liter (+ Rp 9.000) di daerah Jl. Raya Cibaliung Panimbang, indikator menunjukkan angka tepat 200 KM dan jam menunjukkan pukul 16.15.
Dari Labuan rombongan masih disuguhkan dengan pemandangan bukit yang menakjubkan dan melewati hutan-hutan tropis yang cukup rimbun, namun kondisi jalan sedikit rusak di beberapa titik, tapi secara keseluruhan kondisi jalan relatif terbilang baik.
Rombongan tiba di pitstop terakhir (Sumur) pada pukul 18.15, hanya sesaat disuguhkan dengan sunset. KM menunjukkan angka 254. Ini berarti touring telah menempuh 254 kilometer dari mulai pitstop pertama sampai pitstop terakhir dengan waktu tempuh + istirahat selama 10 jam 15 menit.
Secara keseluruhan perjalanan keberangkatan sangat mengasikkan dan santai dengan disuguhi pemandangan yang menakjubkan sepanjang jalan dari mulai pemandangan pegunungan/bukit sampai indahnya pantai di sore hari.
Dari Labuan rombongan masih disuguhkan dengan pemandangan bukit yang menakjubkan dan melewati hutan-hutan tropis yang cukup rimbun, namun kondisi jalan sedikit rusak di beberapa titik, tapi secara keseluruhan kondisi jalan relatif terbilang baik.
Rombongan tiba di pitstop terakhir (Sumur) pada pukul 18.15, hanya sesaat disuguhkan dengan sunset. KM menunjukkan angka 254. Ini berarti touring telah menempuh 254 kilometer dari mulai pitstop pertama sampai pitstop terakhir dengan waktu tempuh + istirahat selama 10 jam 15 menit.
Secara keseluruhan perjalanan keberangkatan sangat mengasikkan dan santai dengan disuguhi pemandangan yang menakjubkan sepanjang jalan dari mulai pemandangan pegunungan/bukit sampai indahnya pantai di sore hari.
Sekilas mengenai Kecamatan SumurSebuah perkampungan yang sebagian penduduknya adalah nelayan, tepat di pesisir pantai, kita dapat menyaksikan pemandangan pulau Umang, sebuah pulau lengkap dengan penginapan dan obyek wisata laut. Sumur merupakan perjalan akhir bagi mereka yang ingin ke Ujung Kulon dengan roda 4, bila menggunakan roda 2 sebenarnya masih bisa hingga mencapai titik akhir di kecamatan Taman Jaya, yang merupakan pintu masuk Taman Nasional, namun kondisi jalan sangat tidak mendukung, wisatawan biasanya bila ingin wisata ke Ujung Kulon, Pulau Peucang atau pulau Panaitan dapat melalui Sumur atau Taman Jaya dengan menggunakan kapal motor, tidak bisa melewati jalur darat. Di Sumur sendiri tidak terdapat banyak penginapan, dan khusus para bikers ada penginapan Rhino dengan nuansa pondokan satu rumah dengan beberapa kamar tepat di seberang pulau Umang. Untuk makanpun di wilayah Sumur banyak terdapat cafeteria yang menyediakan makanan-makanan pada umumnya dengan harga yang relatif murah. Di cafeteria-cafetaria ini kita bisa memesan makanan-makanan spesial laut seperti sea food, atau ikan-ikan bakar dlsb.
Sumur – Depok (perjalanan pulang)
Jum’at, 21 Maret 2008
Setelah menghabiskan malam di daerah Sumur, akhirnya perjalanan touring dilanjutkan menuju Malingping, Pelabuhan Ratu dan berakhir di Depok. Seru, mengesankan dan banyak pengalaman didapat dari perjalanan pulang menyusuri pantai selatan Banten ini.
Pukul 10.30, setelah sarapan dan semua barang bawaan tertata rapih di box Givi, perjalanan pulang pun dilakukan. Agak terhentak dan seneng saat ketua rombongan mengisyaratkan bahwa rombongan akan mengambil jalur selatan. Asyik, inilah impian sejak dulu menembus selatan Banten melalui pesisir. KM kembali di-stel diangka 0 (nol).
Pukul 10.30, setelah sarapan dan semua barang bawaan tertata rapih di box Givi, perjalanan pulang pun dilakukan. Agak terhentak dan seneng saat ketua rombongan mengisyaratkan bahwa rombongan akan mengambil jalur selatan. Asyik, inilah impian sejak dulu menembus selatan Banten melalui pesisir. KM kembali di-stel diangka 0 (nol).
Sumur – Cibaliung – Cikeusik – Binuanguen – Perempatan Malingping
Perjalanan dari Sumur menuju pitstop Malingping sepanjang jalan diguyur hujan, walaupun hanya rintik-rintik, tapi perjalanan sedikit terganggu, karena jalan menjadi licin dan berpasir. Dari Sumur perjalanan melewati areal hutan lindung, jalur bagus, meliuk-liuk di pedalaman hutan, jalan pun pada mulanya sangat mulus, namun memasuki Cikeusik perjalanan sedikit terganggu dengan jalan yang rusak dan berbatu.
Di Cikeusik waktu menunjukkan pukul 11.55, rombongan istirahat sementara untuk melaksanakan sholat jum’at. Di indikator menunjukkan angka 38 km, karena jauh dari pom bensin resmi, akhirnya si Biru melahap premium eceran sebanyak 2 liter (Rp 10.000,-).
Jam 12.54 perjalanan kembali dilanjutkan dan saat KM menunjukkan angka 75, di perempatan Malingpin rombongan istirahat sebentar untuk kembali merapatkan barisan (jam 13.40) dan lalu mampir ke pom bensin Malingping.
Di Cikeusik waktu menunjukkan pukul 11.55, rombongan istirahat sementara untuk melaksanakan sholat jum’at. Di indikator menunjukkan angka 38 km, karena jauh dari pom bensin resmi, akhirnya si Biru melahap premium eceran sebanyak 2 liter (Rp 10.000,-).
Jam 12.54 perjalanan kembali dilanjutkan dan saat KM menunjukkan angka 75, di perempatan Malingpin rombongan istirahat sebentar untuk kembali merapatkan barisan (jam 13.40) dan lalu mampir ke pom bensin Malingping.
Perempatan Malingping – Pantai Cihara (Bayah)
Tepat pukul 14.00, rombongan kembali istirahat untuk makan siang di pinggir pantai cihara, pemandangan laut selatan cukup menakjubkan, sempet mandi di pantai dan makan siang. Indikator menunjukkan angka 83 KM. Dan pukul 16.30 perjalanan kembali dilanjutkan.Bayah – Pelabuhan Ratu
Dari Bayah menuju ke Pelabuhan Ratu, perjalanan kembali disuguhkan dengan pemandangan perbukitan yang menakjubkan, walaupun di beberapa titik jalan terlihat rusak dan ada pelongsoran tanah yang menyebabkan roda 4 tidak bisa melewati daerah Cikotok – Telaga, karena lebar jalur hanya tersisa sekitar 1 meter saja. Di cikotok Vario terpaksa kembali melahap bensin eceran sebanyak 2 liter. Di daerah Telaga, Simpang ganesha rombongan istirahat 30 menit untuk sholat, waktu menunjukkan pukul 19.18 dan KM telah menunjuk ke angka 165 km. Pukul 19.50 perjalanan kembali dilanjutkan.
Pukul 20.14, sebelum memasuki Cikidang, rombongan kembali istirahat untuk makan malam dekat pom bensin di pelabuhan ratu, di pom ini Vario kembali dapat melahap Pertamax sebanyak 1,2 liter. KM menunjukkan angka 181 km. Setelah makan malam, pukul 21.15, perjalanan dilanjutkan kembali menuju Depok.
Pukul 20.14, sebelum memasuki Cikidang, rombongan kembali istirahat untuk makan malam dekat pom bensin di pelabuhan ratu, di pom ini Vario kembali dapat melahap Pertamax sebanyak 1,2 liter. KM menunjukkan angka 181 km. Setelah makan malam, pukul 21.15, perjalanan dilanjutkan kembali menuju Depok.
Pelabuhan Ratu – Cikidang – Cibadak – Cigombong – Istana Batu Tulis – Bogor
Dari pelabuhan Ratu rombongan melewati trek favorit buat touring, yaitu Cikidang keluar di Cibadak, jalan mulus, namun memasuki Jl Raya Cibadak menuju Ciawi, jalanan rusak parah, banyak lobang dimana-mana, untuk itu memasuki Cigombong rombongan mengambil jalur alternatif tembusan Istana Batu Tulis dan akhirnya tiba di pitstop Jl. Pajajaran Bogor pada pukul 23.30. KM menunjuk ke angka 256.
Bogor – Depok (Cibubur)
Dari Bogor melewati jalur jl. Raya Bogor sampai akhirnya tiba di rumah (Cibubur) pada pukul 00.57. Indikator menunjukkan angka 293.
10 Maret 2008
"Fresh up Your Imagination"
“Ajibbbbbbb!” kata salah seorang member HSX yang sempet dilantik menjadi anggota resmi HSX 125 dalam mengungkapkan betapa asyiknya touring bareng HSX 125 Community ke Guci Tegal, yang terkenal sama pemandian air panas dan penghasil teh poci ini.
Berikut sedikit review perjalanan (berdasarkan data saya pribadi), yang mudah-mudahan bisa jadi referensi buat temen-temen yang pengen ngerasain asyiknya berkendara dengan roda dua ke Guci, Tegal.
Berikut sedikit review perjalanan (berdasarkan data saya pribadi), yang mudah-mudahan bisa jadi referensi buat temen-temen yang pengen ngerasain asyiknya berkendara dengan roda dua ke Guci, Tegal.
Keberangkatan
“Temen-temen, yuk kita briefing dulu sebelum kita berangkat”, lantang dari Sogi sang PIC touring di sebuah pelataran parkir sebuah kantor pemerintah di bilangan Bambu Apus, Ceger, udara saat itu sangat dingin, dari lengan kiri, saya lihat jarum jam menunjukkan pukul 02.00 dini hari, hari itu adalah hari Jum’at, tanggal 7 Maret 2008.
Lebih dari 40 orang, yang ternyata adalah adalah para pengendara roda dua saling mendekat mengitari Sogi yang saat itu terlihat gagah menggunakan jaket kebanggan berwarna merah dan berbalut jeans yang sedikit lusuh, serta kelopak mata yang terlihat agak sayu. Ternyata mereka adalah para anggota dan calon anggota dari Honda Supra X 125 Community yang akan melaksanakan touring resmi bertajuk “HSX Goes to Negeri Poci - Refresh Your Imagination”, sebuah tema yang tepat untuk mengungkapkan kejenuhan para anggota yang telah lebih dari 6 bulan tidak melaksanakan bepergian secara bersama atau umum disebut “touring” secara resmi. Lebih dari 40 peserta touring, jumlah yang sangat besar untuk jarak touring yang cukup jauh (-+ 350 km), dan saya adalah salah satunya.
Itulah sekelumit cerita dari awal keberangkatan, selanjutnya saya infokan secara kronologis, detail dan ringkas berdasarkan info kondisi motor saya.
Pukul 02.30 peserta touring di berangkatkan menuju pitstop pertama di POM bensin Pekayon Bekasi. Di panel indikator kilometer motor saya menunjukkan angka 42.175, setelah sore tadi tangki bensin telah di isi Pertamax sebanyak 3,539 liter.
Selang 15 menit, tepatnya pukul 02.44, rombongan tiba di Pit stop pertama untuk melakukan pengirian bahan bakar.
Pukul 04.28 rombongan sampai di pitstop kedua di salah satu rumah ibadah di daerah Cikampek Barat untuk istirahat, sholat dan sarapan. Kilometer menunjukkan angka 42.242, ini berarti rombongan telah menempuh jarak -+ 67 kilometer. Kondisi jalanan yang kami lewati dari mulai keberangkatan sampai ke pitstop kedua ini kondisinya sangat rusak parah, Jalur dari Pekayon sampai Kerawang rusak parah dibeberapa titik dan banyak lubang-lubang besar, Kerawang – Cikampek, kondisi jalan sedikit lebih mulus, walalu masih ada beberapa lubang-lubang besar.
Dari pitstop Cikampek Barat ini, rombongan diberangkatkan kembali pukul 06.15 menuju pitstop selanjutnya.
Pukul 07.17, rombongan kembali berhenti untuk melakukan pengisian bahan bakar di SPBU Sukasari Pamanukan. KM menunjukkan angka 42.297, HSX diisi Pertamax sebanyak 3,15 liter (-+ Rp 25.000). Kondisi jalan dari Cikampek sampai Pamanukan tidak berbeda jauh, masih rusak dan berlubang. Pukul 08.30 rombongan diberangkatkan kembali.
Pukul 10.23, pitstop kembali di SPBU Plumbon, Cirebon. KM jatuh diangka 42.404, Bahan bakar diisi kembali sebanyak -+ 1,8 liter (Rp 15.000).
Kondisi jalan selama perjalanan dari Pamanukan sampai Cirebon sedikit lebih mulus.
Pukul 12.37, rombongan berhenti untuk makan siang dan sholat jum’at di Brebes. KM menunjukkan angka 42.460. Kondisi jalan hancur dan di Losari pada jalur berlawanan terlihat sedang diperbaiki.
Memasuki Tegal rombongan disambut oleh rekan-rekan dari IMOST (Ikatan Motor Supra Tegal), dan dibawa untuk istirahat di GOR Wisanggeni, Tegal. Di GOR, waktu menunjukkan pukul 13.55 dan KM: 24.490, dari GOR rombongan dibawa ke cafĂ© Bikers Tegal (Asosiasi seluruh Club/Community di Tegal) untuk makan siang, Waktu menunjukkan pukul 14.17, waktu yang cukup telat untuk makan siang. Untung Soto dagingnya ma’ nyos!, lelah, lapar hilang seketika.
Kelar makan siang, rombongan lanjut menuju ke penginapan di Guci, tiba pukul 16.17, KM menunjukkan angka 42.532, ini berarti dari Jakarta sampai Guci plus muter-muter di kota Tegal HSX sudah menempuh jarak kurang lebih 357 kilometer.
Lebih dari 40 orang, yang ternyata adalah adalah para pengendara roda dua saling mendekat mengitari Sogi yang saat itu terlihat gagah menggunakan jaket kebanggan berwarna merah dan berbalut jeans yang sedikit lusuh, serta kelopak mata yang terlihat agak sayu. Ternyata mereka adalah para anggota dan calon anggota dari Honda Supra X 125 Community yang akan melaksanakan touring resmi bertajuk “HSX Goes to Negeri Poci - Refresh Your Imagination”, sebuah tema yang tepat untuk mengungkapkan kejenuhan para anggota yang telah lebih dari 6 bulan tidak melaksanakan bepergian secara bersama atau umum disebut “touring” secara resmi. Lebih dari 40 peserta touring, jumlah yang sangat besar untuk jarak touring yang cukup jauh (-+ 350 km), dan saya adalah salah satunya.
Itulah sekelumit cerita dari awal keberangkatan, selanjutnya saya infokan secara kronologis, detail dan ringkas berdasarkan info kondisi motor saya.
Pukul 02.30 peserta touring di berangkatkan menuju pitstop pertama di POM bensin Pekayon Bekasi. Di panel indikator kilometer motor saya menunjukkan angka 42.175, setelah sore tadi tangki bensin telah di isi Pertamax sebanyak 3,539 liter.
Selang 15 menit, tepatnya pukul 02.44, rombongan tiba di Pit stop pertama untuk melakukan pengirian bahan bakar.
Pukul 04.28 rombongan sampai di pitstop kedua di salah satu rumah ibadah di daerah Cikampek Barat untuk istirahat, sholat dan sarapan. Kilometer menunjukkan angka 42.242, ini berarti rombongan telah menempuh jarak -+ 67 kilometer. Kondisi jalanan yang kami lewati dari mulai keberangkatan sampai ke pitstop kedua ini kondisinya sangat rusak parah, Jalur dari Pekayon sampai Kerawang rusak parah dibeberapa titik dan banyak lubang-lubang besar, Kerawang – Cikampek, kondisi jalan sedikit lebih mulus, walalu masih ada beberapa lubang-lubang besar.
Dari pitstop Cikampek Barat ini, rombongan diberangkatkan kembali pukul 06.15 menuju pitstop selanjutnya.
Pukul 07.17, rombongan kembali berhenti untuk melakukan pengisian bahan bakar di SPBU Sukasari Pamanukan. KM menunjukkan angka 42.297, HSX diisi Pertamax sebanyak 3,15 liter (-+ Rp 25.000). Kondisi jalan dari Cikampek sampai Pamanukan tidak berbeda jauh, masih rusak dan berlubang. Pukul 08.30 rombongan diberangkatkan kembali.
Pukul 10.23, pitstop kembali di SPBU Plumbon, Cirebon. KM jatuh diangka 42.404, Bahan bakar diisi kembali sebanyak -+ 1,8 liter (Rp 15.000).
Kondisi jalan selama perjalanan dari Pamanukan sampai Cirebon sedikit lebih mulus.
Pukul 12.37, rombongan berhenti untuk makan siang dan sholat jum’at di Brebes. KM menunjukkan angka 42.460. Kondisi jalan hancur dan di Losari pada jalur berlawanan terlihat sedang diperbaiki.
Memasuki Tegal rombongan disambut oleh rekan-rekan dari IMOST (Ikatan Motor Supra Tegal), dan dibawa untuk istirahat di GOR Wisanggeni, Tegal. Di GOR, waktu menunjukkan pukul 13.55 dan KM: 24.490, dari GOR rombongan dibawa ke cafĂ© Bikers Tegal (Asosiasi seluruh Club/Community di Tegal) untuk makan siang, Waktu menunjukkan pukul 14.17, waktu yang cukup telat untuk makan siang. Untung Soto dagingnya ma’ nyos!, lelah, lapar hilang seketika.
Kelar makan siang, rombongan lanjut menuju ke penginapan di Guci, tiba pukul 16.17, KM menunjukkan angka 42.532, ini berarti dari Jakarta sampai Guci plus muter-muter di kota Tegal HSX sudah menempuh jarak kurang lebih 357 kilometer.
Review Keberangkatan
Jalur: Jakarta – Pondok Gede – Bekasi – Cikarang – Kerawang – Cikampek – Pamanukan – Indramayu – Cirebon – Losari – Brebes – Tegal – Guci
Kilometer: 357 KM
Konsumsi bahan bakar (Pertamax):
Pengisian 1= 3,54 liter, Rp 28.000 (Jakarta)
Pengisian 2= 3,15 liter, Rp 25.000 (SPBU Sukasari, Pamanukan)
Pengisian 3= 1,8 liter, Rp 15.000 (SPBU Plumbon, Cirebon)
TOTAL= 8.49 liter, Rp 68.000,- dengan kondisi masih ada sisa bensin 2 liter sampai pengisian kembali saat kepulangan.
Lama perjalanan keberangkatan + isoma
02.30 (JKT) – 16.17 (Guci, Tegal) = 13 jam 47 menit
HSX Goes to Negeri Poci _ Tegal dalam visualisasi:

Photo-photo Touring Pelantikan Angkatan IX - Guci, Tegal bisa dilihat di:
http://hsx125c.multiply.com/photos/album/72/7-9.03.08_Pelantikan_9th_di_Guci_Tegal
dan
http://hsx125c.multiply.com/photos/album/73/HSX_Goes_to_Negeri_POCI
Langganan:
Postingan (Atom)



















